Page 11 - Demo
P. 11
I-5serta belum pulihnya permintaan masyarakat pasca penyebaran pandemi yang masih terus berlanjut di awal tahun 2021. Komoditas yang menyumbang penurunan inflasi terbesar adalah bawang putih, biaya pulsa ponsel, dan beras. Inflasi pada triwulan II 2021 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya namun masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi nasional 3,0%u00b11,0%. Faktor pendorong inflasi adalah meningkatnya harga kelompok bahan makanan seiring mulai pulihnya permintaan masyarakat dan penyedia jasa makan minum serta memasuki bulan Ramadhan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri. Kegiatan pengendalian inflasi daerah akan terus dilanjutkan untuk menjaga stabilitas harga dengan tetap berpedoman pada strategi Pengendalian Inflasi 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi yang Efektif).1.1.3.Pertumbuhan Perekonomian Kabupaten Ogan Komering IlirPertumbuhan ekonomi Kabupaten OKI atas dasar harga konstan padatahun 2019 sebesar 5,14 persen. Namun, pada tahun 2020 mengalami penurunan menjadi 0,24 persen. Prospek ekonomi Kabupaten OKI di masa mendatang diperkirakan akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru karena lokasinya yang strategis, berada di jalur pelintasan Jalan Tol TransSumatera (JJTS) yang menghubungkan kota-kota besar di Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa. Kabupaten OKI memiliki keunggulan sebagai pusat perdagangan, jasa, industri, pemukiman perkotaan serta sebagai outlet komoditas unggulan kelapa sawit, karet maupun hasil pertanian dan perikanan. Selain itu, keberadaan Jalan Tol Trans-Sumatera dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata karena semakin mudahnya akses penduduk, terutama dari Palembang dan Lampung untuk berwisata di Kabupaten OKI.Untuk mendukung prospek perekonomian Kabupaten OKI tersebut diperlukan peran serta masyarakat, terutama investor untuk menanamkan modalnya. Peluang investasi masih terbuka, terutama bagi Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) maupun Perusahaan Swasta, yang bergerak di sektor unggulan yaitu perkebunan, perikanan, peternakan, pertanian tanaman pangan dan hortikultura, perindustrian dan pariwisata.

