Page 10 - Demo
P. 10


                                    I-4menunjukkan perbaikan yang berkelanjutan. Ke depan, Bank Indonesia akanterus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran pandemi COVID19 dan dampaknya terhadap perekonomian Sumatera Selatan dari waktu ke waktu serta langkah koordinasi yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas perekonomian serta menopang pertumbuhan ekonomi tetap baik dan berdaya tahan.Pada triwulan I 2021 realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini disebabkan oleh akselerasi transfer dan penyerapan dana pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 di Sumatera Selatan sejalan dengan telah dimulainya pelaksanaan vaksinasi. Realisasi pendapatan pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan pada triwulan I 2021 sebesar 23,74% dari target atau senilai Rp9,79 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 19,05% dari target atau Rp8,41 triliun. Realisasi belanja pemerintah (APBD dan APBN) di Sumatera Selatan pada triwulan I 2021 telah mencapai Rp12,54 triliun atau 15,19% dari pagu, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar 14,29% dari pagu atau senilai Rp10,99 triliun. Sementara, realisasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada triwulan I 2021 sebesar Rp6,58 triliun atau 25,13% dari pagu, mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya dengan realisasi sebesar Rp5,75 triliun atau 22,00% dari pagu. Selanjutnya, dalam rangka mendukung percepatan digitalisasi dan peningkatan akuntabilitas transaksi pemerintah daerah, Bank Indonesia juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan 17 (tujuh belas) kabupaten/kota terkait dengan elektronifikasi transaksi pemda.Inflasi Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan I 2021 tercatat sebesar 1,12% (yoy), menurun dibandingkan triwulan IV 2020 yang sebesar 1,55% (yoy). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan I 2020 yang sebesar 3,15% (yoy) maupun rata-rata 3 tahun terakhir yang tercatat sebesar 2,72% (yoy). Penurunan terjadi hampir di seluruh kelompok pengeluaran karena dampak normalisasi permintaan pasca Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru pada triwulan IV 2020 
                                
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14