Page 7 - Demo
P. 7
I-1BAB IPENDAHULUAN1.1. GAMBARAN UMUM PEREKONOMIAN1.1.1. Pertumbuhan Perekonomian NasionalKondisi perekonomian global pada triwulan III tahun 2020 mulai membaik, namun belum merata sejalan dengan perkembangan kasus Covid19 di masing-masing negara. Perekonomian Amerika Serikat terkontraksi 2,9 persen (YoY), Korea Selatan terkontraksi 1,3 persen (YoY), sementara Jepang terkontraksi 5,8 persen (YoY). Di sisi lain, perekonomian Tiongkok telah kembali tumbuh sebesar 4,9 persen (YoY), meskipun masih lebih rendah dari tingkat sebelum pandemi. Harga komoditas internasional juga membaik dibandingkan triwulan sebelumnya walaupun masih rendah. Harga komoditas pertanian pada triwulan III tahun 2020 bahkan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Perekonomian Indoensia pada triwulan III tahun 2020 terkontraksi 3,5 persen (YoY). Kondisi tersebut lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkontraksi hingga 5,3 persen (YoY). Perbaikan tersebut didorong oleh peningkatan pengeluaran pemerintah khususnya realisasi bantuan sosial untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional.Selain itu, juga terjadi perbaikan kinerja pada seluruh kelompok pengeluaran.Dari sisi sektoral, terdapat tujuh sektor yang tumbuh positif pada triwulan III tahun 2020, salah satunya sektor pertanian.Sementara aktivitas pariwisata yang masih tertekan menyebabkan kontraksi cukup dalam pada sektor transportasi dan sektor akomodasi.Kunjungan wisatawan mancanegara pada triwulan III sebanyak 475 ribu kunjungan, yang didominasi oleh wisatawan dari Timor Leste dan Malaysia.Pada triwulan berjalan, aktivitas papriwisata bergantung pada wisatawan domestik. Realisasi Belanja K/L hingga September 2020 tumbuh 13,7 persen (YoY) yang didorong oleh peningkatan realisasi pada belanja barang dan bantuan sosial dalam rangka penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Realisasi Bantuan Sosial mencatat pertumbuhan sebesar 79,8 persen (YoY). Di sisi lain, realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai 68,2 persen dari target APBN Perpres 72/2020. Secara keseluruhan, hingga akhir September 2020, defisit anggaran sekitar 4,2 persen terhadap PDB. Rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 36,4 persen, yang digunakan untuk pembiayaan pemulihan ekonomi.

