Page 46 - Demo
P. 46
II-31Selain itu, penyebab lain turunnya angka kemiskinan adalah tingkat inflasi yang mengalami peningkatan di tahun 2021 yang terjadi pada sisi produksi. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kenaikan harga produk/barang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya sehingga dapat meningkatkan pendapatan bagi tenaga kerja yang mengalami kenaikan harga produk tersebut seperti petani padasektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Peningkatan pendapatan penduduk secara langsung juga mendorong tingkat pengeluaran penduduk yang mengindikasikan penduduk dapat keluar dari gariskemiskinan. Indikasi lain yang mendorong turunnya angka kemiskinan adalah semakin membaiknya tingkat efektivitas programpenanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah.2.3.2. Fokus Kesejahteraan Sosial2.3.2.1. PendidikanAngka partisipasi kasar menurut jenjang pendidikan mengukur banyaknya penduduk bersekolah lewat suatu jenjang pendidikan dari setiap 100 penduduk usia sekolah.Tabel 2.11 Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Jenjang Pendidikandi Kabupaten OKI, 2018-2022Tingkat Sekolah Tahun2018 2019 2020 2021 2022(1) (2) (3) (4) (5) (6)Sekolah Dasar (SD) 112,21 116,50 112,80 114,82 112,54Sekolah Menengah Pertama (SMP) 75,43 79,69 83,88 83,00 90,30Sekolah Menengah Atas (SMA) 69,46 73,45 74,54 73,52 73,59Sumber : BPS Kabupaten OKI, 2022Tabel 2.11 menunjukkan bahwa APK SD di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2021 mencapai angka 114,82. Hal ini karena banyaknya anak usia 5-6 tahun yang sudah memasuki SD juga adanya penduduk usia di atas 12 tahun yang masih berada dijenjang SD, sehingga banyaknya penduduk yang bersekolah SD lebih besar dibanding jumlah penduduk usia 7-12 tahun. Di tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 112,54. Untuk jenjang SMP, APK sebesar 112,54. Hal ini disebabkan masih relatif banyak penduduk usia 13-15 tahun yang berada di SD, disamping

