Page 41 - Demo
P. 41
II-26Selama periode tahun 2018-2022 PDRB per kapita Kabupaten Ogan Komering Ilir terus mengalami peningkatan, baik dilihat berdasarkan harga berlaku maupun harga konstan. Berdasarkan harga konstan PDRB per kapita tahun 2018 adalah sebesar 23.433,91 riburupiah dan tahun 2021 telah mencapai angka sebesar 27.058,81 riburupiah. Sementara, jika dilihat berdasarkan harga berlaku nilai PDRB per kapita akan lebih tinggi yaitu sebesar 32.748,11 ribu rupiah di tahun 2018 dan 40.460,15 ribu rupiah ditahun 2021, sebagaimana dapat dilihat Pada Tabel 2.8. Kondisi demikian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Besar kecilnya nilai PDRB per kapita sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan ekonomi yang meningkat harus disertai dengan pengendalian pertumbuhan penduduk sehingga menghasilkan PDRB per kapita yang besar. Hal ini berarti bahwa pertumbuhan ekonomi harus terus dijagaagar selalu lebih tinggi daripada pertumbuhan penduduk. Sebaliknya, jika yang terjadi pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi maka PDRB per kapita akan rendah dan kesejahteraan masyarakat akan menurun. Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 3,88% dalam periode tahun 2016 hingga tahun 2020. Sedangkan, rata-rata pertumbuhan penduduk adalah sebesar 1,02% dalam kurun waktu yang sama. Dengan demikian, dapat di katakan bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir telah mampu menjaga pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dari pada pertumbuhan penduduk.Kemudian jika pendapatan regional dibagi dengan jumlah penduduk maka didapat nilai pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita merupakan salah satu indikator ekonomi yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran di suatu wilayah namun tidak dapat melihat pemerataannya karena ini bersifat rata-rata pendapatan per orang, dan kurang menggambarkan distribusinya. Dengan kata lain, dapat saja nilai tersebut diperoleh dari sekelompok masyarakat dengan penghasilan sangat tinggi dan sekelompok besar lainnya dengan penghasilan yang sangat rendah. Untuk mengukur hal ini digunakan indeks gini rasio yang sering digunakan untuk menilai kesenjangan

