Page 23 - Demo
P. 23
II-8Tabel 2.3. Jumlah Desa/Kelurahan yang mengalami Bencana Alammenurut Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, 2018 %u2013 2022KecamatanBanjir2018 2019 2020 2021 2022(1) (3) (4) 5) (6) (7)Lempuing %u2013 6 1 2Lempuing Jaya %u2013 1 1 1Mesuji %u2013 2 %u2013 1Sungai Menang %u2013 1 2 %u2013Mesuji Makmur %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Mesuji Raya %u2013 3 %u2013 %u2013Tulung Selapan %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Cengal %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Pedamaran 3 2 5 %u2013Pedamaran Timur 1 %u2013 %u2013 %u2013Tanjung Lubuk %u2013 2 1 %u2013Teluk Gelam %u2013 1 %u2013 %u2013Kota Kayu Agung 8 1 18 7Sirah Pulau Padang %u2013 2 %u2013 %u2013Jejawi %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Pampangan %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Pangkalan Lampam %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Air Sugihan %u2013 %u2013 %u2013 %u2013Ogan Komering Ilir 11 21 28 11Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten OKI 2018-2022Jumlah Desa/Kelurahan yang mengalami Bencana Alam menurut Kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2018-2023 disajikan pada Tabel 2.3, sedangkan peta lokasi rawan banjir ditampilkan pada Gambar 2.4. Fenomena alam ini pada dasarnya dikarenakan volume air yang meresap ke bawah permukaan jauh lebih kecil dari pada air yang membentuk aliran bebas (run off) di permukaan sebab tanah pembentuk alam bersifat impermiabel atau kedap air. Selain faktor tanah, bencana alam banjir kemungkinan diakibatkan pula oleh: 1). Luapan air dari sungai-sungai kecil, karena air sungai tidak mengalir akibat sampah buangan yang membendung aliran sungai; 2). Sistem pengaliran (drainase) yang kurang baik sehingga terjadi konsentrasi atau genangan air permukaan; 3). Penyempitan areal tangkapan air (catchment areas)akibat penimbunan untuk areal permukiman dan pembuatan jaringan jalan; 4). Naiknya permukaan air rawa ketika musim penghujan dan; 5) Kombinasi peristiwa-peristiwa tersebut.

