Page 22 - Demo
P. 22


                                    II-7rendah tergenang air atau mengalami banjir dan pada masa penyusutan air banyak dijumpai daerah cekungan terutama yang dangkal mengalami kekeringan.fenomena alam seperti ini terjadi pada setiap perubahan musim. Dengan demikian, Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki daerahdaerah yang rawan banjir dan rawan kekeringan akibat perubahan pola hidrologi.2.1.4. Penggunaan LahanBerdasarkan penggunaan lahan wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir terdiri dari Belukar, Perkebunan, Persawahan, Perkampungan, Rawa, Tegalan dan Tambak. Berdasarkan proyeksi penggunaan lahan terlihat bahwa potensi lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir masih besar, terutama yang ditunjukkan oleh areal belukar (346.373,735 ha) dan semak alang-alang (6.047,811 ha), atau %u00b118,53% dari total luas lahan yang ada sehingga kabupaten ini mempunyai peluang besar untuk mengembangkan lahan tersebut menjadi lahan produktif. Gambaran potensi sumber daya alam di Kabupaten Ogan Komering Ilir dapat dilihat dari kondisi hidrologi dan penggunaan lahan.2.1.5. Kerawanan Bencana AlamKemungkinan bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir sesuai dengan topografi wilayah antara lain: banjir, kebakaran hutan/gambut, dan angin puting beliung. Tinjauan terhadap kawasan rawan bencana alam, menunjukkan bahwa Kabupaten Ogan Komering Ilir memiliki sejumlah kawasan yang tergolong sebagai kawasan rawan bencana alam, terutama bencana banjir, kebakaran hutan, dan angin puting beliung. Kecamatan Lempuing Jaya di Desa Sungai Belida dan Kecamatan Air Sugihan merupakan daerah yang memiliki kawasan rawan banjir. Di Kecamatan Lempuing desa-desa ini sering mengalami banjir seperti di Desa Cahya Bumi, Desa Tebing Suluh, dan Desa Bumi Arjo. Banjir ini selain menggenangi perumahan penduduk juga menggenangi areal persawahan sehingga menyebabkan gagal panen dan gagal tanam.
                                
   16   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26