Page 39 - Demo
P. 39
II-24 Angka inflasi yang umum dipakai sebagai indikator perekonomian adalah inflasi pada tingkat harga konsumen/harga pasar. Adapun inflasi pada penghitungan PDRB ini adalah inflasi pada tingkat harga produsen yaitu inflasi yang timbul dari kegiatan produksi barangdan jasa, sehingga sangat mungkin adanya perbedaan antara keduanya.Pada umumnya, inflasi di timbulkan akibat naiknya ongkos produksi sehingga mendorong naiknya harga barang yang diproduksi. Selain itu bisa juga diakibatkan karena meningkatnya permintaanterhadap barang jasa yang menyebabkan naiknya daya tawar barangdan jasa. Selain pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita, kinerjaperekonomian dapat ditunjukkan dengan kestabilan harga yang diukurdengan tingkat inflasi. Dampak yang paling utama dari inflasi adalah penurunan dayabeli (purchasingpower) masyarakat. Halini tentunya di perparah jikapendapatan riil masyarakat stagnan atau rendah. Pendapatanmasyarakat yang rendah tidak mampu merespon gejolak kenaikanharga. Akibatnya masyarakat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidup,terlebih jika kenaikan harga tersebut terjadi pada komoditas pokokseperti bahan pangan.Jika inflasi berlangsung lama dan tidak ada kenaikan pendapatanmasyarakat secara umum, maka dapat menurunkan kualitas hidupmasyarakat. Hal ini mengindikasikan terjadinya penurunankesejahteraan masyarakat akibat biaya hidup yang semakin mahal.Situasi tingkat inflasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir dalam beberapatahun terakhir masih dianggap cukup wajar sehingga tidakmemperlemah daya beli masyarakat. Terlebih pendapatan per kapita masyarakat yang terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.Tingkat inflasi Kabupaten Ogan Komering Ilir selama periode 2016-2020 mengalami tren yang berfluktuasi. Inflasi selama periodetersebut masih berada pada kategori inflasi ringan/rendah, yaitu di bawah 10% per tahun. Inflasi tertinggi yang pernah terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah pada tahun 2017 yaitu sebesar2,42% . Sementara, inflasi Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2021 adalah sebesar 1,82%, yang mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2019) yang sebesar 1,99%.

