Page 23 - Demo
P. 23


                                    II-8Jumlah Desa/Kelurahan yang mengalami Bencana Alam menurutKecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir tahun 2018-2023 disajikanpada Tabel 2.3, sedangkan peta lokasi rawan banjir ditampilkan padaGambar 2.4. Fenomena alam ini pada dasarnya dikarenakan volume airyang meresap ke bawah permukaan jauh lebih kecil dari pada air yangmembentuk aliran bebas (run off) di permukaan sebab tanah pembentukalam bersifat impermiabel atau kedap air. Selain faktor tanah, bencana alam banjir kemungkinan diakibatkanpula oleh:1) Luapan air dari sungai-sungai kecil, karena air sungai tidakmengalir akibat sampah buangan yang membendung aliran sungai;2) Sistem pengaliran (drainase) yang kurang baik sehingga terjadi konsentrasi atau genangan air permukaan; 3) Penyempitan areal tangkapan air (catchment areas) akibatpenimbunan untuk areal permukiman dan pembuatan jaringanjalan; 4) Naiknya permukaan air rawa ketika musim penghujan dan; 5) Kombinasi peristiwa-peristiwa tersebut.Kabupaten Ogan Komering Ilir juga jadi daerah yang rawan akanterjadinya kebakaran hutan, secara umum faktor utama terjadinyakebakaran bisa digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu pemicukebakaran dan kondisi pendukung.Pemicu kebakaran merupakan faktor yang secara langsung mempengaruhi terjadinya penyulutan api. Aktifitas manusia merupakanporsi terbesar di dalam penyulutan api, dibandingkan secara alami.Kebakaran yang berasal dari batubara yang terbakar, halilintar ataupungesekan ranting kering sangat jarang terjadi, terlebih di SumateraSelatan, oleh karenanya penyulutan oleh alam cenderung dapatdiabaikan.Penyulutan api oleh manusia juga dikelompokkan menjadi 2komponen yaitu kesengajaan dan kecerobohan. Walaupun seringkalikebakaran besar diawali dari upaya yang disengaja dan akibatketidakpahaman pembakar mengenai kondisi yang ada, sehinggamenjadi kecerobohan yang menyebabkan kebakaran merambat ketempat lain.
                                
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27